6 Faktor yang Mempengaruhi Harga Kue Nastar Dipasaran
Kue nastar merupakan salah satu kue
kering yang paling diminati terlebih ketika memasuki hari raya Idul
Fitri, Imlek ataupun natal. Kue yang berasal dari Belanda ini biasanya
menggunakan isian selai nanas namun saat ini banyak yang mengembangkan
kue tersebut menjadi berbagai macam variasi warna, bentuk dan rasa.
Harga kue nastar yang ditawarkan pun menjadi lebih bervariasi dan tidak
heran jika harganya dapat mencapai Rp 85 ribu. Terdapat beberapa faktor
yang membuat harga dari kue nastar tersebut berbeda-beda.

Pertama adalah bahan yang digunakan.
Bahan wajib yang digunakan untuk membuat kue tersebut adalah tepung
terigu, mentega atau campuran dari mentega dan margarin dengan
perbandingan 1:1, telur, gula halus. Akan tetapi, walaupun menggunakan
bahan utama tersebut namun, kualitas dari bahan utama dan bahan tambahan
serta harga dari bahan baku yang digunakan untuk membuat kue nastar,
dapat mempengaruhi harga jual dari kue tersebut per toplesnya.
Kedua adalah ukuran atau berat kue nastar per kemasannya.
Semakin banyak kue yang ada di dalam kemasan tersebut maka harganya
akan semakin mahal. Ketiga adalah merk atau keterkenalan dari produk kue
nastar tersebut. Tidak dapat dipungkiri jika merk menentukan harga. Kue
nastar dari merk tertentu atau diproduksi oleh industri tertentu yang
jika sudah dikenal oleh khalayak ramai, memiliki harga yang lebih mahal
dibandingkan yang dibuat oleh industri yang baru saja berjalan.
Ketiga adalah bentuknya.
Pada umumnya, kue nastar memiliki bentuk bulat kecil dengan diameter
kurang lebih 2 cm dan di atasnya diberi cengkeh, kismis ataupun parutan
keju. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, untuk dapat bersaing di
dunia bisnis kuliner kue nastar, maka produsen diharuskan untuk membuat
suatu kreasi misalnya bentuknya yang berbeda dibanding dengan bentuk
umum dari kue kering tersebut. Kue nastar yang memiliki dekorasi seperti
pinguin ataupun doraemon memiliki harga kue nastar yang lebih mahal
dibandingkan dengan kue nastar dengan bentuk bundar ataupun lonjong
walaupun keduanya memiliki bahan baku yang sama.
Keempat adalah kesempurnaannya.
Pembeli atau konsumen tentu memilih produk yang terbaik untuk dibeli
dan dibawa pulang, dan hal tersebut tidak terkecuali dengan kue nastar.
Jika kue nastar tersebut dalam kondisi yang sempurna misalnya tidak
mudah retak dan hancur serta memiliki tampilan yang berwarna kuning
keemasan, kue nastar tersebut memiliki harga yang lebih tinggi jika
dibandingkan dengan kue nastar yang memiliki bentuk yang tidak beraturan
dan warnanya terlihat agak gosong walaupun mungkin rasanya tidak jauh
beda dengan yang memiliki bentuk sempurna.
Kelima adalah rasa.
Jika berbisnis mengenai makanan, rasa adalah hal utama yang harus
dipertimbangkan. Jika rasa dari kue nastar yang Anda jual tersebut lebih
enak, lembut dan lebih renyah serta tidak mudah retak, maka Anda dapat
memberikan harga yang lebih mahal karena kualitas yang Anda berikan.
Sebaliknya, jika kue nastar tersebut tidak memiliki rasa yang enak, maka
walaupun memiliki harga yang murah, tidak menjamin jika pembeli atau
membeli kue tersebut.
Keenam adalah jarak.
Jika Anda berada di tempat yang jauh dengan kota maka harganya dapat
dipastikan lebih mahal karena sebagian digunakan untuk biaya
transportasi atau pengiriman barang tidak hanya untuk bahan baku namun
juga pengiriman kue nastar yang telah dibuat. Namun, letak strategis
atau tidaknya Anda menjual juga mempengaruhi harga kue nastar terutama
jika Anda berada di wilayah perkotaan maka harganya akan lebih mahal
walaupun memiliki merk yang sama.


